KLH-Dishub Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor Gratis

Leave a comment



Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan LSM OTOPOINT Surabaya serta Instansi terkait gelar Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor gratis. Kegiatan yang digelar di Taman Surya Selasa, 12 Juli 2011 tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Penertiban Bidang Pengendalian dan Operasi Dishub Surabaya, Subagio Utomo, SH, MM, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Transportasi Air dan Udara, Fitri Anvanti dan Mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIBB tersebut mentargetkan 1500 kendaraan bermotor yang akan digelar selama 3 hari, di Taman Surya, Darmo Boulevard dan Kertajaya Indah. Target yang harus dicapai dalam 1 hari adalah 500 kendaraan bermotor. Kegiatan Uji Emisi Kendaraan Bermotor merupakan kegiatan rutin yang digelar setahun sekali. Menurut Suwito Sumargo, LSM OTOPOINT, “Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong praktisi, teknisi dan pemilik bengkel serta semua pihak yang bergerak di bidang otomotif agar sadar tentang dampak pencemaran udara oleh kendaraan bermotor”.

Selain itu, Menurut Subagio Utomo, SH, MM, “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan udara bersih di Kota Surabaya sebagai perwujudan dari program langit biru dan mengurangi/ mencegah pencemaran udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan”. Selain itu juga untuk mengevaluasi kualitas udara di Kota Surabaya. “Uji emisi ini dilakukan untuk mengetahui kadar bahan bakar yang dikeluarkan mobil”, tambahnya.

Menurutnya, standar uji emisi yang dilakukan sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor, dengan ketentuan untuk kendaraan berbahan bakar bensin yang dibuat dibawah tahun 2007 ambang batasnya adalah 4,5 persen untuk CO dan HC 1200 ppm, sedangkan untuk yang di atas tahun 2007 ambang batasnya 1,5 persen untuk CO dan HC 200 ppm. Sedangkan untuk kendaraan yang menggunakan solar standar ambang batasnya berdasarkan kapasitas. Untuk mobil dengan tonase kurang dari 3,5 ton yang dibuat dibawah tahun 2010 standarnya 70 persen, dan yang pembuatannya di atas tahun 2010 standarnya 40 persen. Sedangkan kendaraan yang kapasitasnya lebih 3,5 ton untuk pembuatan kurang dari 2010 standarnya 70 persen dan yang pembuatannya di atas tahun 2010 standarnya 50 persen.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemilik kendaraan bermotor agar selalu merawat kendaraannya supaya tetap memenuhi persyaratan batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Sehingga dapat mengurangi pencemaran udara di Kota Surabaya.[lil]

Advertisements

Dishub Surabaya Lakukan Evaluasi Forum LLAJ di Terminal Bratang

Leave a comment



Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengadakan rapat tentang rencana dan evaluasi forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada hari Jumat (8/07/2011). Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang mewakili asisten II walikota Surabaya bidang pembangunan, Kepala Satuan Lalu-lintas Polrestabes Surabaya, Kepala polisi sektor Tanjung Perak, Perwakilan Organda, Perwakilan SPTI, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana , Kepala Bidang Angkutan dan Kepala Bidang lalu-lintas membahas tentang koordinasi angkutan lebaran , rencana pemekaran Kawasan tertib lalu-lintas (KTL), Operasi Patuh dan pembentukan Pusat Kecelakaan Lalu-Lintas (Traffic Accident Center/TAC).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, A.Md, LLAJ, S.Sos, MM. menyatakan bahwa KTL merupakan program yang cukup efektif dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan mengurangi jumlah kecelakaan yang ada di kota Surabaya. “Program KTL dirasa saat ini cukup efektif dan perlu diperluas guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan berlalu-lintas dengan tertib. KTL di Surabaya saat ini berjumlah 21 titik”. Sementara itu, Jajaran Polrestabes khususnya satuan lalu-lintas akan mengadakan operasi patuh menjelang operasi ketupat dalam rangka menyambut Lebaran. Asep Akbar Hikmana selaku Kasatlantas Polrestabes Surabaya memaparkan bahwa operasi patuh akan diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 24 juli 2011. “Operasi patuh akan diselenggarakan mulai besok hingga 2 minggu ke depan (Sabtu 09 – 24 Juli 2011) dan difokuskan pada pelanggaran marka yang dilakukan roda dua”, ujar Asep Akbar.

Dalam waktu dekat, Polrestabes Surabaya akan membangun Pusat Kecelakaan Lalu-lintas/ Traffic Accident Center (TAC) yang berlokasi di Polrestabes Surabaya. TAC ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian-kejadian kecelakaan dan penyebab kecelakaan yang terjadi di kota Surabaya. Asep menjelaskan,”TAC ini utamanya adalah tindak lanjut dari amanat undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa pembentukan TAC berguna untuk mengevaluasi kejadian dan penyebab kecelakaan serta memberikan solusi terhadap permasalahan kecelakaan lalu-lintas.” Nantinya gedung TAC tersebut akan ditempati para pemangku kepentingan dalam sektor transportasi seperti Dinas Perhubungan, Polrestabes Surabaya, Dinas PU dan Bina Marga dan dinas-dinas lainnya. “gedung TAC ini sekarang mencapai kemajuan 95% dan rencananya dapat di-launching minggu depan”, imbuhnya

Rapat yang diadakan di ruang rapat Surabaya Intelligent Transport Sistem, terminal Bratang juga membahas tentang penindakan terhadap angkutan umum dan pribadi yang melakukan pelanggaran rambu dilarang berhenti seperti yang terjadi di sepanjang jalan Darmo khususnya di depan RKZ. Diharapakan dengan adanya forum lalu-lintas dan angkutan jalan (LLAJ), mobilitas perkotaan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu forum tersebut dapat menjadi pusat pertukaran informasi antar pemangku kepentingan di sektor transportasi di Surabaya. [vs]

Terminal Purabaya Terima Kunjungan PKL Diklat Teknis (LLAJ) untuk Auditor

Leave a comment



Jumat, 08 Juli 2011 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya menerima Kunjungan dari peserta diklat Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) untuk Auditor. Kunjungan Diterima oleh Kepala UPTD Terminal Purabaya, May Ronald, SE,MM yang didampingi oleh Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Wiyung, Trio Wahyu Bowo Amd, LLAJ,SE. Kunjungan yang diikuti oleh 30 peserta dan 10 panitia ini merupakan rangkaian kegiatan diklat yang telah dilakukan mulai tanggal 01-07 Juli 2011.

Terminal Purabaya memiliki luas 120.000m2 dengan 843 personil dimana dalam pengelolaannya mengalami banyak tantangan. “Dulu terminal paling buruk tapi sekarang sudah mengalami banyak perubahan” jelas May Ronald. Hingga saat ini sebanyak 1200 bus yang menggunakan fasilitas terminal untuk melayani penumpang dengan tujuan antar kota maupun antar propinsi. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan fasilitas terminal diantaranya, pengawasan menggunakan CCTV dan sistem parkir elektrik serta pembangunan gedung. Selain itu Terminal Purabaya juga telah bersertifikat ISO 9001:2008 dalam hal pelayanan mutu. “Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan memanjakan pengguna terminal”, ujar May Ronald. Masyarakat sudah mulai percaya kepada terminal dalam hal keamanan dan pelayanan, tambah May Ronald.

Penutupan diklat tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Anton S Tampubolon, hadir juga Sekretariat Inspektorat Harto Nugroho dan plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eddi, A.Md LLAJ, S.Sos,MM. Sebelum penutupan ada beberapa hal yang disampaikan oleh Kepala Pusbang SDM Perhubungan Darat diantaranya, penjelasan tentang transportasi darat dan peranan auditor. “Transportasi darat adalah science” ujar Anton. Peranan Auditor adalah untuk mempercepat suksesnya transportasi serta didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dam attitude, tambahnya.[lil]

Taruna Diploma II Lakukan Praktek Kerja Nyata di UPTD Pengujian

Leave a comment



Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya pada bulan mei 2011 menerima kunjungan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Tegal. Kunjungan yang diikuti 8 peserta dari Dinas Perhubungan propinsi DKI Jakarta ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan dan pelatihan (diklat) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB).Kunjungan tersebut merupakan bentuk dari Praktek Kerja Nyata (PKN) dan Konduite yang dilakukan oleh taruna-taruni Program Studi Diploma II PKB angkatan XX.

Diklat yang dilakukan selama 2 bulan tersebut bertujuan untuk mempelajari seluruh aktifitas, permasalahan dan solusi yang ada di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor. Peserta diklat dibagi menjadi 2 bagian, “karena kita mempunyai 2 UPTD Pengujian, mereka dibagi menjadi 2, 4 orang di Wiyung dan 4 orang lainnya di Tandes” ujar Widodo staff Sekretariat Dishub. Hal-hal yang dilakukan selama diklat diantaranya pengambilan data pegawai, data layout pengujian, teknis pengujian dan pelayanan pada pemilik kendaraan serta proses pengujian mulai dari pendaftaran kendaraan sampai dinyatakan lulus uji, tambahnya.

Diklat yang berakhir pada tanggal 05 juli 2011 ditutup oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Eddi, A.Md LLAJ, S.Sos, MM yang didampingi oleh seluruh Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Kepala UPTD Dishub Kota Surabaya. Semoga dengan diadakannya diklat ini peserta mampu mengimplementasikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat, ujar Eddi.[lil]

Mewujudkan Surabaya Eco 2 City

Leave a comment



Pemerintah Kota Surabaya menggelar Diskusi membahas tentang Green Public Space and Urban Planning dengan MR. Daniel J. Glenn sebagai Native dan Sustainable Architect dari Amerika Serikat.di ruang pola lantai 3 BAPPEKO pada hari kamis 30 juni 2011.

Dalam diskusi tersebut hadir juga beberapa undangan diantaranya dari pegiat lingkungan, akademisi. Acara ini dibuka Asisten Perekonomian Pembangunan serta Konsulat Amerika Serikat di Surabaya, Kristen J. Bauer. Diskusi ini merupakan bagian kepedulian dari Walikota Surabaya Ir Tri risma Harini untuk mewujudkan Surabaya Eco 2 City yaitu pembangunan kota yang memperhatikan keseimbangan antara aspek Ekonomis dan Ekologis.

Dalam paparannya, Daniel menjelaskan desain pembangunan gedung harus sesuai dengan tradisi dan lingkungan kota setempat, ramah lingkungan serta dapat beradaptasi dengan iklim, misalnya cuaca, arah angin, suhu dan kelembapan udara. Bangunan harus merefleksikan nilai-nilai tradisi budaya lokal, tambahnya. Selain itu pembangunan suatu gedung harus memenuhi standar Green Building Rating System yang mensyaratkan effisiensi, kualitas lingkungan dan menggunakan material/resources lokal. Perencana gedung yang tidak mempunyai sertifikasi green architecture tidak boleh merencanakan gedung.

Daniel juga menyarankan kota Surabaya membuat Preview Design dan di komunikasikan ke masyarakat agar publik mengetahui arah pembangunan yang berwawasan lingkungan. perlu pula dibentuk Green Community di masyarakat agar memahami konsep pembangunan berwawasan lingkungan, serta perlu sering diadakan “Community Design Workshop” yang merupakan ajang bertukar pendapat di kelompok-kelompok masyarakat. Daniel mencontohkan pembangunan perumahan di Montana dan Oackland dengan konsep pembanguinan ‘Solar Village’.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya sendiri sudah mulai menerapkan Green Building dalam pembangunan fasilitas publik di sektor transportasi yaitu pembangunan yang ramah lingkungan dengan konsep efisiensi energi dalam design/arsitektur bangunan , dengan mengurangi penggunaan listrik, AC , memperbanyak ruang terbuka dan menggunakan energi alternatif (solar cell). “beberapa terminal di Surabaya juga sudah menerapkan 3R yaitu reused, reduced dan recycled” Ujar Irvan Wahyudrajad, Kabid Sarana Prasarana Transportasi yang hadir dalam acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya taman, public area dan open space di terminal-terminal serta adanya komposter daur ulang sampah, tambahnya.[lil]

Rakor Persiapan Angkutan Lebaran 2011 Digelar

Leave a comment



Seluruh Kepala Bidang dan Kepala UPTD Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya selasa, 28 juni 2011 menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran 2011. Rapat yang mengagendakan tentang rencana pembentukan tim koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran 2011 ini dipimpin oleh Plt. Ka.Dishub Kota Surabaya Eddi, A.Md.LLAJ. S.Sos. MM.

Plt Ka.Dishub menghimbau kepada semua kepala bidang untuk mengantisipasi masa liburan sekolah. “Adakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan tentang libur anak sekolah” ujar Eddi. Hal itu dilakukan sebagai acuan puncak arus mudik, tambahnya.

Selain itu penerapan tarif angkutan lebaran juga menjadi prioritas, hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian akan jasa angkutan. Untuk mengurangi terjadinya kemacetan dan kecelakaan Eddi juga menekankan untuk pengaturan parkir di pusat keramaian.

Dalam kesempatan yang sama Eddi juga meminta kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan di setiap terminal yang ada di Surabaya. “perbaikan-perbaikan agar segera di lakukan, masalah penerangan, pagar-pagar yang lubang dan rambu” ujar Eddi.

Di akhir rapat Eddi berpesan agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran dapat berjalan dengan tertib, aman, lancar, selamat dan terjangkau serta mengantisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang.[lil]

Dishub Adakan Pembinaan Penyelenggaraan Bengkel Umum

Leave a comment



Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Bengkel OTOPOINT Rabu, 22 Juni mengadakan kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Bengkel Umum kendaraan Bermotor Se-Kota Surabaya tahun 2011 bertempat di Aula Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Acara yang di mulai pukul 09.30 WIBB tersebut dihadiri oleh 28 peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungnan (Dishub) Kota Surabaya Eddi, A.Md.LLAJ. S.Sos. MM yang didampingi oleh Subagio Utomo, SH, MM, Kepala seksi penertiban Bidang Dalops serta perwakilan dari instansi pemerintah dan swasta. Dalam sambutannya Eddi menyatakan, “pembinaan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas mutu kendaraan, meningkatkan kesadaran pengguna kendaraan dalam hal gas buang dan membangun kerjasama pemerintah dan pengusaha untuk program implementasi langit biru”. “Dishub dalam setahun setahun sudah melakukan 4 kali uji emisi” lanjutnya. Eddi juga mengatakan “Pengaturan bengkel-bengkel harus jelas dan punya izin”, “serta ada aturan-aturan dan standart tertentu” imbuhnya.

Materi pembinaan yang diberikan kepada peserta salah satunya tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) pada Bengkel yang disampaikan oleh Ir. Surtauli Sinurat MM Kepala Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya. Materi lain yang disampaikan adalah tentang Pengawasan dan Pengelolaan Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh Sucipto Hadi. Selain itu diberikan pula materi Peran Alat ukur Emisi di Bengkel oleh Suwito Sumaryo Sekretariat Umum Bengkel OTOPOINT dan materi tentang sosialisasi Raperda Bengkel dan UU No. 22 tahun 2009 yang disampaikan oleh Subagio Utomo, SH, MM.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman bagi peserta agar dapat mengimplementasikan materi yang didapat bagi diri sendiri dan lingkungan untuk kebaikan bersama.[lil]

Older Entries Newer Entries