Progress Pembangunan Mushola dan Kamar Mandi Terminal Kalimas

Leave a comment

Progress pembangunan mushola dan kamar mandi di Terminal Kalimas (20 Mei 2013):

kalimas 3

kalimas 2

kalimas 1

Advertisements

Perkembangan Pembangunan Musholla dan Kamar Mandi Terminal Kalimas

Leave a comment

Ini adalah foto-foto perkembangan pembangunan musholla dan kamar mandi di Terminal Kalimas. Nantinya mushola dan kamar mandi bisa digunakan oleh pengunjung Terminal Kalimas.

kalimas progress 1

kalimas progress 2

kalimas progress 3

In-class Training Sebagai Langkah Awal Menuju ISO OHSAS 18001:2007

Leave a comment

Menjelang akhir tahun Dinas Perhubungan Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pelayanan publik. Tidak hanya mutu pelayanan langsung kepada masyarakat, melainkan mutu keselamatan jajaran personel dan pengguna jasa transportasi di terminal dan unit pengujian kendaraan bermotor juga menjadi perhatian utama bagi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Rabu Kemarin (13/12/2011) Dishub Surabaya mendapatkan pelatihan keamanan dan keselamatan kerja (K3) bagi pimpinan UPTD terminal, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dan Kepala Pangkalan di seluruh Kota Surabaya. Pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:2007 dan agenda kedua setelah mendapatkan sertifikasi tentang manajemen administrasi ISO 9001:2008 tahun yang lalu.

Diatas semua itu, pelatihan ini bertujuan memberikan keamanan dan keselamatan kerja, meningkatkan standar mutu pelayanan keselamatan sesuai standar internasional serta mengurangi resiko di setiap unit pelayanan seperti terminal, stasiun pengujian kendaraan bermotor dan kantor utama Dishub Surabaya dari bahaya kecelakaan kerja.

“Agenda hari ini adalah in-class training, materi berikutnya tentang teknik penerapan dan prosedur dokumentasi yang lebih komprehensif akan dipaparkan pada tanggal 20-21 Desember 2011. Program yang urgent saat ini adalah peningkatan mutu keselamatan baik bagi petugas kami di lapangan maupun pengguna jasa transportasi.” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Transportasi , Irvan Wahydrajad, M.MT.

Boby Arief Hendradjaja selaku pemberi materi dan manager of training dari TUV Nord Indonesia mengatakan, “Saya melihat resiko terbesar datang dari luar (pengguna jasa terminal) seperti calon penumpang dan armada bus. Dengan adanya pelatihan dan penerapan sistem yang sesuai dengan ISO OHSAS 18001:2007, secara optimis resiko dapat ditekan hingga 50%. Pada dasarnya ada 3 hal utama dalam standar keselamatan, Kualitas SDM, sistem pencegahan dan penanganan kecelakaan dan yang  terakhir adalah sarana dan prasarana yang digunakan.

Kuncinya terletak pada kualitas SDM dalam meminimalisir resiko dan mengatasi kecelakaan yang sedang terjadi. Meski sebuah korporasi memiliki sistem dan fasilitas yang memadai, namun kualitas SDM yang kurang baik maka hal ini akan menyulitkan instansi itu sendiri. Materi yang diberikan dalam in-class training antara lain penugasan personel yang bertanggung jawab atas K3, pemasangan rambu khusus K3, dokumentasi sarana dan prasarana yang ada, dokumentasi kecelakaan kerja ang terjadi setiap harinya, serta perlengkapan untuk personel di lapangan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Setelah mendapatkan pelatihan K3, pihak TUV Nord Indonesia selaku pemberi pelatihan, auditor serta pemberi sertifikasi ISO OHSAS 18001: 2007 akan memberikan rentang waktu 1 tahun kepada Dishub Surabaya untuk menerapkan materi yang telah diberikan dan menyediakan sarana dan prasarana di setiap unit-unit pelayanan. Selain itu, akan ada pre audit yang akan dilakukan sebelum sistem K3 diimplementasikan. Hal ini dilakukan agar perbandingan kualitas SDM dan ketersedian sarana dan prasarana sebelum dan sesudah penerapan sistem OHSAS dapat terlihat.

Wajah Terminal Tambak Oso Wilangun Kedepan

Leave a comment

Dalam rangka mengikuti program pemerintah Kota Surabaya yang rencananya akan difokuskan pada pengembangan wilayah Surabaya bagian barat, Dinas Perhubungan Kota Surabaya berencana melakukan beberapa pembenahan pada terminal besarnya di wilayah barat Surabaya yaitu terminal Tambak Oso Wilangun. Sebagai terminal type A, fasilitas utama secara umum memang sudah terpenuhi, namun perlu adanya pengembangan fasilitas pendukung lebih jauh lagi guna tercapainya sistem pelayanan yang memuaskan. Oleh karena itu, dishub surabaya telah menyiapkan kerangka rencana pengembangan yang nanti akan dilakukan untuk terminal tersebut. Selain aspek angkutan umum, hal lain yang nanti menjadi fokus pengembangan adalah perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam terminal.

Untuk aspek angkutan umum, pengembangan dilakukan dengan menambah jumlah jalur keberangkatan. Jalur keberangkatan yang semula hanya 7 jalur akan ditambah menjadi 10 jalur, di mana 1 jalur untuk jalur bebas dan 9 jalur untuk trayek-trayek kendaraaan yang sudah ditentukan. Dengan bertambahnya jumlah jalur keberangkatan ini, diharapkan akan memudahkan para calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan dengan tujuan area pantura seperti Jakarta, Cirebon dan Semarang.

Selain penambahan jalur keberangkatan, Dishub juga berencana memindahkan arah sirkulasi keluar-masuknya kendaraan ke terminal. Pintu masuk yang semula berada di sisi selatan terminal nanti akan dipindah ke sisi utara. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, MM menyatakan,”Tujuan utama pengalihan pintu masuk kendaraan ini adalah karena faktor ergonomis dan keamanan”. Saat ini, ketika penumpang turun dari bus, maka mereka tidak bisa langsung menghadap ke arah ruang tunggu kedatangan (posisi pintu bus adalah sebelah kiri). Untuk masuk ke ruang tunggu, mereka harus berjalan melewati bagian belakang kendaraan. Hal tersebut dapat beresiko pada keselamatan penumpang. Dengan dipindahkannya jalur kedatangan menjadi sisi utara, maka penumpang yang turun dari bus dapat langsung berjalan menuju ke ruang tunggu terminal tanpa harus melewati bagian belakang maupun bagian depan kendaraan.

Untuk aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH), selain mengembangkan bangunan secara vertikal, Dishub juga berencana membuat taman di area parkir belakang, ruang tengah serta area parkir depan terminal. “Dengan adanya taman ini, para calon penumpang bisa menikmati pemandangan hijaunya sembari menunggu keberangkatan bus yang akan mereka tumpangi. Selain itu ke depannya taman tersebut juga berfungsi untuk mengurangi polusi udara serta memberi kesan terminal yang asri”, ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana Transportasi, Irvan Wahyudrajad, M.MT.

Fasilitas pendukung yang juga akan ditambahkan adalah ruang khusus untuk ibu menyusui, ruang khusus untuk orang-orang yang merokok, serta area khusus untuk orang-orang cacat dan lansia. Lahan parkir untuk sepeda motor juga akan diperluas secara vertikal (bangunan bertingkat) sehingga nantinya memiliki kapasitas hingga 300 unit sepeda motor. Dari segi teknologi, sistem IT di terminal untuk seluruh jenis kendaraan rencananya akan diintegrasikan dengan sistem gate (mengadopsi sistem IT di bandara). Terakhir, landmark terminal akan dibuat seunik mungkin sehingga terminal ini bisa juga dijadikan sebagai salah satu ikon untuk wilayah Surabaya barat.

Pemaparan Hasil WTN oleh Kementrian Perhubungan

Leave a comment

Setelah melakukan penilaian ketiga dalam rangka lomba Wahana Tata Nugraha 2011, tim penilai dari Kementrian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memaparkan hasilnya di ruang sidang walikota Jl. Jimerto Surabaya hari ini (Jum’at, 18/11/2011). Agenda yang dipimpin langsung oleh walikota Surabaya Tri Rismaharini tersebut dihadiri oleh para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dari berbagai SKPD terutama Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Sedangkan dari Tim Kementrian diwakili oleh Andaru sebagai ketua tim, joko dan felix. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam banyak membahas hasil penilaian dan rencana jangka menengah antara 2009- 2015 yang dimiliki kota Surabaya khususnya sektor transportasi.

Andaru menyatakan bahwa kota Surabaya sudah memiliki infrastruktur yang bagus untuk sistem lalu-lintas dan transportasi. Hal ini ditunjukkan dari tersedianya sarana baik bagi pengguna jalan roda empat, roda dua maupun pejalan kaki. Selain itu pelayanan berbasis informasi dan teknologi yang diterapkan di jalan raya dan yang diberikan oleh unit pelayanan terminal dan pengujian kendaraan bermotor di Tandes membuat warga menjadi tertib dan sangat terbantu.
Ketua tim tersebut juga menambahkan agar Pemkot Surabaya lebih memperhatikan angkutan umum agar dapat bersinergi dengan terminal. “Semua kriteria penilaian (di kota Surabaya) sudah terpenuhi dan sangat memuaskan. Namun sebaiknya angkutan umum dan terminal lebih bersinergi.”
Menanggapi temuan hasil dari Tim penilai, Tri Risma memaparkan, “Pemerintah Kota Surabaya terus membenahi angkutan umum dan sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan angkutan massal yang terdiri atas trem dan monorel sebelum 2015 karena (pekerjaan angkutan massal) sudah masuk dalam RPJMD kota Surabaya.”
Masih terkait dengan angkutan massal, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pengaturan rute asal dan tujuan serta membentuk badan usaha yang mengakomodasi kepemilikan angkutan umum yang ada sekarang ini. Hal ini dilakukan karena selama ini kepemilikan angkutan umum masih atas nama perorangan sehingga pelayanan di setiap moda yang ada sekarang tidak memiliki standar yang sama baik dalam hal kenyamanan kendaraan, ketersediaan armada dan ketepatan waktu.
“Baik angkutan umum maupun angkutan massal harus mengikuti UU LLAJ (Undang-Undang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan) dimana pengelolanya adalah badan usaha dalam hal ini koperasi. Kita akan rerouting trayek yang ada, agar lebih efisien dan dapat menjangkau seluruh kota.” Ujar Eddi selaku Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Sinkronisasi antara hasil temuan dan rencana jangka menengah dari Pemkot Surabaya diharapkan dapat menjadi pedoman dalam melakukan revitalisasi dan manajemen sistem transportasi di kota Pahlawan. [vs]

BRT Sebagai Simbol Transportasi Modern

Leave a comment

perkembangan transportasi

Rencana Program Bus Rapid Transit (BRT) yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Kota Surabaya diharapkan akan mampu menjawab permasalahan kemacetan yang terjadi di Kota Surabaya yang semakin lama menunjukkan adanya peningkatkan. Salah satu tujuan program BRT adalah untuk mengatasi dan mengurangi kemacetan yang terjadi di Kota Surabaya yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor baik sepeda motor dan kendaraan pribadi tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah dan panjang jalan, ha ini menyebabkan tingkat kemacetan semakin tinggi. Sementara itu kondisi angkutan umum di Kota Surabaya yang diharapkan bisa menjadi alternatife angkutan massal bagi masyarakat belum mampu memenuhi ekspektasi dan harapan masyarakat khusus dalam hal pelayanan yang masih belum memenuhi keinginan masyarakat Surabaya.

BRT sebagai simbol transportasi modern yang menggambarkan kemajuan pembangunan transportasi hal ini disampaikan dalam acara KLRTC Training Course XXI, Sustainable Transportation in the Asia Pacific. Acara yang digelar tanggal 11-13 April 2011 di Malaysia tersebut, disampaikan pula keberhasilan beberapa kota di Indonesia Jakarta dan Palembang dalam penerapan angkutan massal berbasis bus.

Acara yang juga dihadiri oleh Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Tunjung , I AMd.MM dan Kepala Seksi PManajemen Lalu Lintas, Ruben Rico selaku perwakilan Pemerintah Kota Surabaya tersebut juga disampaikan berbagai fasilitas pendukung angkutan massal, seperti park and ride serta integrasi antar moda angkutan massal bus dan kereta.

Kota Palembang merupakan kota terbesar ke 5 di Indonesia yang telah menerapkan sistem angkutan massal berbasis bus yang lazim disebut Trans Musi. Serta kota yang telah menerapkan sistem GPS Tracking serta penggunaan smart card untuk angkutan massal. Dengan GPS Tracking ini para pengguna angkutan massal bisa melacak keberadaan bus. Selain itu BRT di Kota Palembang juga telah menggunakan bahan bakar gas pada seluruh armadanya. Hal ini adalah bagian dari bentuk green transportation di Kota Palembang.

Untuk lebih mendukung penerapan angkutan massal di kawasan Asia, dijelaskan pula berbagai kegiatan yang mendukung kelancaran angkutan massal tersebut. Seperti di Malaysia yang telah menjalanka sistem TMC (Transport Management Center) yang bertugas monitoring situasi lalu lintas, mengumpulkan dan menganalisa data serta pelayanan umum transportasi.[fr]

Upaya Peningkatan Sistem Transportasi 5 tahun Kedepan

1 Comment

“Harapan Masyarakat Saat Pelantikan Risma-BDH”

Tepat pada tanggal 28 September 2010, Tri Risma – Bambang DH resmi dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Surabaya untuk masa jabatan 2010 – 2015. Pelantikan orang nomer satu di Kota Surabaya beserta wakilnya tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, prosesi acara yang didahului dengan pembacaan proses pemilihan Walikota Surabaya di Pemilukada 2010 oleh Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Wardhana dan dilanjutkan pengambilan sumpah di depan gubernur Jatim dan ratusan undangan lainnya.

Untuk mensupport kegiatan tersebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerjunkan sebanyak 200 personel yang bertugas mengamankan pengaturan lalu lintas di setiap persimpangan, pemasangan palang kuda & rambu petunjuk parker dan pengaturan parkir.  Untuk pengaturan lalu lintas Dishub menerjunkan personel di beberapa titik seperti di  Grahadi, sekitar SMA 6, Jalan Gubernur Suryo  – Balai Pemuda, Balai Pemuda sisi timur, Pintu Keluar sisi selatan dan utara serta pintu masuk Hotel Garden Palace. Untuk Pengaturan parkir khusus acara pelantikan ini, Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggunakan beberapa titik sebagai area parkir kendaraan  seperti di  Halaman Taman Surya, Jalan Ketabang Kali, Jalan Jimerto – Sawunggaling, Gedung DPRD sisi utara dan timur.

Setelah adanya pergantian orang nomer satu di Surabaya ini, diharapkan Surabaya lebih dapat maju dalam hal pengembangan transportasi penyediaan prasarana lalu lintas dan perhubungan di kota Surabaya dalam indicator sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD). Issue prasarana lalu lintas dan perhubungan diantaranya belum seluruh ruas jalan dilengkapi dengan prasarana lalu lintas (rambu, marka, separator, TL, PCTL, warning light), sasaran prasarana lalu lintas sebagaian besar masih terpusat di koridor utara-selatan kota Surabaya, belum dikembangkannya system traffic light&terkoneksi dalam suatu pusat control, banyak rambu yang hilang&rusak, prasarana pendukung angkutan umum (halte, shelter) yang masih kurang, serta kemacetan pada jalur pemukiman dan pusat kegiatan.

Diharapkan di tahun 2011 mendatang kemacetan pada jalur pemukiman dan pusat kegiatan yang merupakn RPJMD pemerintah dapat di atasi dengan terealisasinya pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan angkutan massal.

Older Entries