Dishub Surabaya Lakukan Perbaikan, Terminal Kalimas Lebih Asri dan Nyaman

Leave a comment

terminal kalimas upload

Terminal Kalimas Surabaya saat ini sedang diperbaiki. Perbaikan tersebut berupa pembangunan mushola, kamar mandi, dan juga taman di dalam terminal. Mushola dan kamar mandi ini nantinya bisa dimanfaatkan bagi para pengguna terminal, baik supir angkutan umum atau penumpang.

Sedangkan pembangunan taman dilakukan untuk menambah keasrian dan keindahan dari Terminal Kalimas itu sendiri. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya terus berupaya menciptakan green terminal di Surabaya. Upaya tersebut terlihat dari pembangunan taman di Terminal Kalimas.

Tujuan lain dari dibangunnya taman adalah mengembalikan stren kalimas yg bersih dan menunjang cagar budaya jembatan petekan. “Saat ini sedang proses pembangunan mushola dan kamar mandi, supaya fasilitasnya semakin nyaman. Selain itu, konsep green terminal akan tampak jelas karena kami sedang membangun taman sepanjang tepian Terminal Kalimas”, ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya. (cnd)

Advertisements

Pemkot Bersama Polrestabes Surabaya Launching Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas

Leave a comment

Diskominfo – Bertempat di Taman Bungkul Surabaya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Kepala Polrestabes Surabaya, Kombespol Coki Manurung menandatangani MoU tentang Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas. Acara ini juga dihadiri oleh segenap pelajar tingkat SMA se-kota Surabaya, Kamis (10/3).

Dalam sambutannya Risma mengatakan masalah keamanan sangat erat kaitannya dengan lalu lintas karena berbagai masalah dalam masyarakat berkaitan dan menggunakan lalu lintas sebagai sarananya.

“Menurut Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan mengamanatkan peran dan fungsi polisi lalu lintas adalah dikmas lantas (education), Rekayasa lantas (enginering) dan Gakum Lantas (law enforcement),” jelasnya.

Berdasarkan Undang-undang tersebut, Satlantas Polrestabes Surabaya sesuai kesepahaman bersama antara Mendiknas dengan Kapolri membuat sebuah kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk memberikan pendidikan Lalu Lintas ditingkat SD, SMP, dan SMA se-kota Surabaya, guna memberikan pengetahuan lalu lintas sejak dini.

“Program ini adalah mimpi saya sejak lama, sejak saya menjabat sebagai Kepala Bappeko, saya mengusulkan ke Dinas Perhubungan bahwa perlu ada program tentang sosialisasi bagaimana berkendara di jalan. Nantinya program ini tidak hanya sampai tingkat pelajar saja tetapi akan berlanjut ke keseluruhan jenjang pendidikan,” kata Risma.

“Berdisiplin harus diterapkan di jalan karena kota yang disiplin dapat dilihat dari kedisiplinan lalu lintasnya. Dalam kehidupan, awal dari kedisiplinan bermula dari jalan oleh karena itu semua diharapkan dapat berdisiplin.” ucap Risma.

Risma mengajak segenap warga Surabaya untuk mengikuti acara pembelajaran ini dengan sungguh-sungguh dan membiasakan berdisiplin di tempat-tempat lain. Risma mengusulkan untuk memisahkan jalur roda dua dengan jalur roda empat yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan serta meningkatkan keamanan dan kesejahteraan bagi pengguna jalan.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Coki Manurung menyebutkan, pengendara kendaraan di Surabaya sudah mencapai 4 juta orang yang melakukan sefety riding, tiap hari pasti terjadi 1-3 kasus kecelakaan karena kurangnya tingkat kesadaran dari pengendara kendaraan bermotor.

“Karena itu, kita mengadakan pedidikan lalu lintas terpadu dan terkoordinasi mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Semoga ini dapat diikuti dengan propinsi-propinsi lain. Polrestabes juga membuka SIM Corner di PTC, tentunya kita juga bekerjasama dengan Walikota, sekarang kita meluas sampai ke Surabaya Barat.” Ujarnya.

Kapolres juga menambahkan bahwa Pemkot Surabaya juga telah memasang kamera di jalan-jalan tertentu, sekitar kurang lebih 100 lokasi di Surabaya, termasuk di Taman Bungkul sendiri terdapat 5 kamera, dan banyak kamera-kamera lainnya yang siap memantau plat nomer kendaraan. Jadi bagi pengendara yang kurang baik, berhati-hatilah karena tagihan bisa datang ke rumah anda kapanpun juga. (SyL/Ari–Mg/Lutfi–Mg) Sumber: http://www.surabaya.go.id/berita/detail.php?id=8301

Sosialisasi Berlalu Lintas di SMKN 20 oleh Dishub

Dishub bekerjasama dengan Jasa Raharja, Polrestabes, Diknas

Bimbingan Keselamatan (Bimkes) 2010

Dishub Tingkatkan Pelayanan Dengan Alat Uji Mobile

Leave a comment

Para pengguna jasa pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) sekarang mempunyai pilihan untuk melakukan uji kir kendaraan mereka. Pada hari Jum’at 12 Nopember, Dinas Perhubungan mensosialisasikan Penggunaan Alat Uji Mobile ini kepada petugas uji di lingkungan Dishub Kota Surabaya. Mobil yang dilengkapi dengan pendingin udara dan beberapa interior pendukung ini, dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat dalam melakukan uji kir.

Secara penggunaan, alat uji mobile dengan alat uji yang ada di PKB Wiyung dan Tandes tidak berbeda. Kelebihan dari alat ini, nantinya akan jemput bola/ mobile (keliling). Alat uji mobile ini dapat langsung datang ke lapangan atau juga dapat dipanggil oleh semisal pihak pool taxi untuk pengecekan armadanya. Yang tentunya syarat-syarat dan biaya administrasi tetap mengikuti aturan area PKB. Alat ini nantinya juga menunjang program reguler uji emisi.

Acara yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB tersebut, langsung diperagakan bagaimana cara kerja dari 5 alat utama dan beberapa alat tambahan. Tampak alat uji gas buang dibedakan menjadi 2, antara kendaraan yang berbahan bakar bensin dan solar. Alat ini berfungsi mengukur kandungan CO, HC, CO2 dalam emisi kendaraan.Alat ini dilengkapi dengan badan alat ukur, Printer, Aelang Uji Panjang, Prefilter, Pipa Uji, dan Probe. Selain itu alat tersebut juga dilengkapi dengan monitor yang dapat menampilkan hasil dari uji gas buang.

Selain itu diperagakan juga Auto Test Brake Meter, alat ini dipergunakan untuk pengukuran rem pada kendaraan. Dalam penggunaan alat ini sebaiknya dilakukan di permukaan yang rata, hal ini dimaksud untuk menghindari hasil dari pengujian kurang baik dan tidak lulus uji. Selanjutnya ada alat headlight tester yang dipergunakan untuk memeriksa intensitas cahaya, elevasi berkas cahaya dan sumbu optikal dari lampu kendaraan mobil. Sistem kerja dari alat ini, pengaturan jarak lampu alat uji dengan kendaraan yang kemudian pusatkan titik acuan untuk berkas laser. Arahkan berkas laser ke titik acuan secara vertikal sampai kedua titik acuan terkena laser.

Setelah beberapa waktu yang lalu UPTD PKB mendapatkan sertifikat ISO 9001-2008, dengan adanya penambahan armada Unit Pengujian kendaraan Bermotor Keliling Ini dapat meningkatkan mutu pelayanan. Selain itu nantinya diharapkan pula dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Persiapan Penilaian Tahap II Piala WTN 2010

Leave a comment

…………………………………………………………………………………………………………………….

Keberhasilan Kota Surabaya meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) di tahun 2009 yang angsung diberikan oleh Menteri Perhubungan, Fredy Numberi, di Gedung Kementrian Perhubungan Jakarta, menambah semangat untuk tetap meningkatkan aspek penataan transportasi yang berkelanjutan dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan.

Penghargaan yang sebelumnya bertemakan Lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota berubah menjadi Pemberian Penghargaan Wahana Tata Nugraha ini meliputi 3 tahap penilaian diantaranya Tahap I penilaian dokumen administrasi yang dilakukan oleh panitia provinsi, Tahap II Penilaian Ternis dan Operasional dilakukan oleh panitia provinsi, dan Tahap III Penilaian Lapangan Secara Umum yang meliputi pembinaan kepada daerah dan tingkat kehadiran yang dilakukan oleh panitia pusat.

Saat ini Kota Surabaya Tengah mempersiapkan untuk penilaian tahap II, yang telah dimulai dengan kunjungan panitia provinsi ke kota atau kabupaten untuk memberikan pengarahan dan akan dilanjutkan papa tahap survey lalu lintas dan angkutan. Survey pada tahap II ini akan dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 9 Oktober 2010.

Pada Survey kali ini akan dilakukan di beberapa titik antara lain di Jl. Darmo, Jl. Pangsud, Jl. Basuki Rahmad dan beberapa terminal di Surabaya.Penilaian meliputi penyediaan prasarana jalan, penyediaan perlengkapan jalan, penyelenggaraan sarana angkutan, penyediaan prasarana angkutan, Kinerja Lalu Lintas Jalan, dan Kinerja Angkutan Umum.

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Surabaya