Progress Pembangunan Mushola dan Kamar Mandi di Terminal Kalimas (30 Juli 2013)

Leave a comment

Progress Pembangunan Mushola dan Kamar Mandi di Terminal Kalimas (30 Juli 2013)

 

pembangunan musholla wc kalimas 1

 

pembangunan musholla wc kalimas 2

Advertisements

Dishub Surabaya Lakukan Perbaikan, Terminal Kalimas Lebih Asri dan Nyaman

Leave a comment

terminal kalimas upload

Terminal Kalimas Surabaya saat ini sedang diperbaiki. Perbaikan tersebut berupa pembangunan mushola, kamar mandi, dan juga taman di dalam terminal. Mushola dan kamar mandi ini nantinya bisa dimanfaatkan bagi para pengguna terminal, baik supir angkutan umum atau penumpang.

Sedangkan pembangunan taman dilakukan untuk menambah keasrian dan keindahan dari Terminal Kalimas itu sendiri. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya terus berupaya menciptakan green terminal di Surabaya. Upaya tersebut terlihat dari pembangunan taman di Terminal Kalimas.

Tujuan lain dari dibangunnya taman adalah mengembalikan stren kalimas yg bersih dan menunjang cagar budaya jembatan petekan. “Saat ini sedang proses pembangunan mushola dan kamar mandi, supaya fasilitasnya semakin nyaman. Selain itu, konsep green terminal akan tampak jelas karena kami sedang membangun taman sepanjang tepian Terminal Kalimas”, ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya. (cnd)

Dishub Surabaya Lakukan Evaluasi Forum LLAJ di Terminal Bratang

Leave a comment



Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengadakan rapat tentang rencana dan evaluasi forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada hari Jumat (8/07/2011). Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang mewakili asisten II walikota Surabaya bidang pembangunan, Kepala Satuan Lalu-lintas Polrestabes Surabaya, Kepala polisi sektor Tanjung Perak, Perwakilan Organda, Perwakilan SPTI, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana , Kepala Bidang Angkutan dan Kepala Bidang lalu-lintas membahas tentang koordinasi angkutan lebaran , rencana pemekaran Kawasan tertib lalu-lintas (KTL), Operasi Patuh dan pembentukan Pusat Kecelakaan Lalu-Lintas (Traffic Accident Center/TAC).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, A.Md, LLAJ, S.Sos, MM. menyatakan bahwa KTL merupakan program yang cukup efektif dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan mengurangi jumlah kecelakaan yang ada di kota Surabaya. “Program KTL dirasa saat ini cukup efektif dan perlu diperluas guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan berlalu-lintas dengan tertib. KTL di Surabaya saat ini berjumlah 21 titik”. Sementara itu, Jajaran Polrestabes khususnya satuan lalu-lintas akan mengadakan operasi patuh menjelang operasi ketupat dalam rangka menyambut Lebaran. Asep Akbar Hikmana selaku Kasatlantas Polrestabes Surabaya memaparkan bahwa operasi patuh akan diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 24 juli 2011. “Operasi patuh akan diselenggarakan mulai besok hingga 2 minggu ke depan (Sabtu 09 – 24 Juli 2011) dan difokuskan pada pelanggaran marka yang dilakukan roda dua”, ujar Asep Akbar.

Dalam waktu dekat, Polrestabes Surabaya akan membangun Pusat Kecelakaan Lalu-lintas/ Traffic Accident Center (TAC) yang berlokasi di Polrestabes Surabaya. TAC ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian-kejadian kecelakaan dan penyebab kecelakaan yang terjadi di kota Surabaya. Asep menjelaskan,”TAC ini utamanya adalah tindak lanjut dari amanat undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa pembentukan TAC berguna untuk mengevaluasi kejadian dan penyebab kecelakaan serta memberikan solusi terhadap permasalahan kecelakaan lalu-lintas.” Nantinya gedung TAC tersebut akan ditempati para pemangku kepentingan dalam sektor transportasi seperti Dinas Perhubungan, Polrestabes Surabaya, Dinas PU dan Bina Marga dan dinas-dinas lainnya. “gedung TAC ini sekarang mencapai kemajuan 95% dan rencananya dapat di-launching minggu depan”, imbuhnya

Rapat yang diadakan di ruang rapat Surabaya Intelligent Transport Sistem, terminal Bratang juga membahas tentang penindakan terhadap angkutan umum dan pribadi yang melakukan pelanggaran rambu dilarang berhenti seperti yang terjadi di sepanjang jalan Darmo khususnya di depan RKZ. Diharapakan dengan adanya forum lalu-lintas dan angkutan jalan (LLAJ), mobilitas perkotaan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu forum tersebut dapat menjadi pusat pertukaran informasi antar pemangku kepentingan di sektor transportasi di Surabaya. [vs]

Terminal Purabaya Terima Kunjungan PKL Diklat Teknis (LLAJ) untuk Auditor

Leave a comment



Jumat, 08 Juli 2011 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya menerima Kunjungan dari peserta diklat Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) untuk Auditor. Kunjungan Diterima oleh Kepala UPTD Terminal Purabaya, May Ronald, SE,MM yang didampingi oleh Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Wiyung, Trio Wahyu Bowo Amd, LLAJ,SE. Kunjungan yang diikuti oleh 30 peserta dan 10 panitia ini merupakan rangkaian kegiatan diklat yang telah dilakukan mulai tanggal 01-07 Juli 2011.

Terminal Purabaya memiliki luas 120.000m2 dengan 843 personil dimana dalam pengelolaannya mengalami banyak tantangan. “Dulu terminal paling buruk tapi sekarang sudah mengalami banyak perubahan” jelas May Ronald. Hingga saat ini sebanyak 1200 bus yang menggunakan fasilitas terminal untuk melayani penumpang dengan tujuan antar kota maupun antar propinsi. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan fasilitas terminal diantaranya, pengawasan menggunakan CCTV dan sistem parkir elektrik serta pembangunan gedung. Selain itu Terminal Purabaya juga telah bersertifikat ISO 9001:2008 dalam hal pelayanan mutu. “Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan memanjakan pengguna terminal”, ujar May Ronald. Masyarakat sudah mulai percaya kepada terminal dalam hal keamanan dan pelayanan, tambah May Ronald.

Penutupan diklat tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Anton S Tampubolon, hadir juga Sekretariat Inspektorat Harto Nugroho dan plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eddi, A.Md LLAJ, S.Sos,MM. Sebelum penutupan ada beberapa hal yang disampaikan oleh Kepala Pusbang SDM Perhubungan Darat diantaranya, penjelasan tentang transportasi darat dan peranan auditor. “Transportasi darat adalah science” ujar Anton. Peranan Auditor adalah untuk mempercepat suksesnya transportasi serta didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dam attitude, tambahnya.[lil]

Rakor Persiapan Angkutan Lebaran 2011 Digelar

Leave a comment



Seluruh Kepala Bidang dan Kepala UPTD Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya selasa, 28 juni 2011 menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran 2011. Rapat yang mengagendakan tentang rencana pembentukan tim koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran 2011 ini dipimpin oleh Plt. Ka.Dishub Kota Surabaya Eddi, A.Md.LLAJ. S.Sos. MM.

Plt Ka.Dishub menghimbau kepada semua kepala bidang untuk mengantisipasi masa liburan sekolah. “Adakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan tentang libur anak sekolah” ujar Eddi. Hal itu dilakukan sebagai acuan puncak arus mudik, tambahnya.

Selain itu penerapan tarif angkutan lebaran juga menjadi prioritas, hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepastian akan jasa angkutan. Untuk mengurangi terjadinya kemacetan dan kecelakaan Eddi juga menekankan untuk pengaturan parkir di pusat keramaian.

Dalam kesempatan yang sama Eddi juga meminta kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan di setiap terminal yang ada di Surabaya. “perbaikan-perbaikan agar segera di lakukan, masalah penerangan, pagar-pagar yang lubang dan rambu” ujar Eddi.

Di akhir rapat Eddi berpesan agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran dapat berjalan dengan tertib, aman, lancar, selamat dan terjangkau serta mengantisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang.[lil]

Dishub Kota Surabaya Terima Kunjungan Kerja Dinas LLAJ Kabupaten Bogor

Leave a comment



Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Rabu 15 Juni 2011 menerima kunjungan kerja dari Dinas LLAJ Kabupaten Bogor. Kunjungan Kerja yang diwakili oleh 3 orang tersebut diterima langsung oleh Syahril Murad, SH.Msi Kepala Sub Bag. Umum & Kepegawaian Sekretariat beserta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka studi banding mengenai pengelolaan retribusi terminal dan parkir di Kota Surabaya. Dalam kunjungan yang bertempat di ruang rapat Dinas Perhubungan Syahril Murad menjelaskan terdapat beberapa terminal yang tersebar di wilayah Surabaya.”Ada 2 terminal tipe A, 1 terminal tipe B dan beberapa tipe C”, jelas Syahril. Semua terminal yang berada di Surabaya saat ini telah menerapkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2010 tentang retribusi terminal. Sedangkan untuk terminal Purabaya memang belum menerapkan perda baru retribusi terminal, karena terminal tersebut masuk wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, sehingga pelaksanaan operasional Terminal Purabaya selama ini masi menggunakan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo dalam penerapan retribusi terminal. Selama ini pendapatan yang diterima oleh Pemkab Sidoarjo sebesar 30% dari total pendapatan terminal. Untuk saat ini Pemkot Surabaya menginginkan pembagian hasil menggunakan perhitungan, pendapatan terminal dikurangi biaya operasional.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja Dinas LLAJ Kabupaten Bogor. Diharapkan materi dan pengalaman selama kunjungan ini dapat menambah wawasan Dinas Perhubungan LLAJ kab bogor dan dapat diterapkan di Bogor.[lil]

Diklat Pengelolaan Terminal di Terminal Purabaya

Leave a comment



Pada hari senin, tanggal 13 Juni 2011 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Purabaya menerima kunjungan dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Tegal. Kunjungan diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Eddi, A.Md LLAJ, S.Sos, MM yang didampingi Kepala UPTD Terminal Purabaya, May Ronald, SE,MM. Kunjungan yang diikuti 25 peserta dari Dinas Perhubungan propinsi DKI Jakarta ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan dan pelatihan (diklat) pengelolaan terminal yang dilanjutkan dengan kegiatan praktek di area terminal purabaya.

Terminal Purabaya memiliki luas 120.000m2 dengan personil lapangan sekitar 70 orang dalam pengelolaan terminal, dimana dalam pengelolaannya banyak mengalami kendala. “dulu terminal terburuk sekarang lumayan”,ujar Eddi ketika berbagi pengalaman ketika masih memimpin terminal terbesar di Asia Tenggara ini. Hingga saat ini sebanyak 1200 bus perharinya yang menggunakan fasilitas terminal untuk melayani penumpang dengan tujuan antar Kota maupun Antar Propinsi.Berbagai upaya dilakukan dalam meningkatan fasilitas terminal diantaranya, pengawasan menggunakan CCTV dan sistem parkir elektrik hingga pelaksanaan uji emisi gas buang bermotor. Selain itu Terminal Purabaya juga telah bersertifikat ISO 9001:2008 dalam hal pelayanan mutu. “setiap tahun purabaya dilakukan external audit untuk tetap menjaga mutu pelayanan”, jelas eddi.

Diakhir pertemuan eddi menjelaskan dalam mengelola terminal yang baik kita harus mempunyai komitmen untuk berubah dan tetap menjaga kedisiplinan anak buah dalam bekerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi dan praktek oleh peserta diklat serta mekanisme dan proses pengelolaan terminal Purabaya sebagai sesi terakhir dalam kunjungan satu hari tersebut .[fr]

Older Entries